Ariel, Luna Maya, Cut Tari dan Kehancuran Peradaban

Masih ingat perselisihan yang melanda tim nasional sepak bola Perancis? Perselisihan antara pelatih Reymond Domenech dan pemainnya, Nicholas Anelka. Perselisihan yang berakibat sangat fatal terhadap prestasi Perancis di Piala Dunia 2010.
Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, pun mengutus sang Menteri Olahraga untuk langsung berangkat ke Afrika Selatan guna menyelesaikan masalah ini.Pertanyaan yang barangkali banyak mengemuka mengenai peristiwa ini adalah mengapa Sarkozy memberikan perhatian yang sepertinya terlalu berlebihan untuk masalah pelatih versus pemain ini.
Perancis yang merupakan salah satu Negara kiblat sepakbola dunia tentu saja menganggap masalah ini sebagai persoalan yang serius. Apa pasal? Di Perancis para pemain sepak bola merupakan teen role model. Gerak-gerik mereka banyak disorot dan ditiru oleh para remaja.
Kemerosotan prestasi Perancis, dikhawatirkan Sarkozy, akan turut menurunkan moral para remaja di sana. Itulah sebabnya masalah ini harus segera diselesaikan.
Lain Perancis, lain Indonesia. Di sini, kelakuan figur yang menjadi teen role model sungguh membuat saya ingin melempar wajahnya dengan asbak. Dan rasanya semakin jengkel ketika melihat puluhan fans dari si artis mendatangi rutan tempat si artis ditahan dan memberikan dukungan. Dukungan untuk terus berbuat cabul. Na’udzubillah.
Tiga nama di atas hanya sedikit saja dari sekian banyak artis yang secara tidak sadar telah pelan-pelan menghancurkan moral bangsa ini. Bangsa yang katanya sarat dengan budaya sopan-santun dan adat ketimuran yang serba tabu.
Apa yang dilakukan Presiden? Mungkin presiden kita sedang banyak urusan sehingga belum terdengar beritanya bahwa beliau menginstruksikan pada Menteri Negara Pemuda dan Olahraga untuk segera menyelesaikan masalah percabulan ini.
Atau malah Menteri berkumis tebal ini sedang sibuk mengurusi partai saja. Mempersiapkan calon presiden 2014-2019 dari partainya. Oalah, Gusti Allah, mau jadi apa bangsa ini.
Beberapa ayat Al-Quran memberikan penjelasan tentang kehancuran suatu bangsa. Penjelasan ini tentunya sangatlah penting untuk dijadikan pelajaran, khususnya bagi kaum muslimin, agar mereka tidak mengulang kembali tindakan-tindakan yang dilakukan oleh umat terdahulu. Tindakan yang dapat menghancurkan peradaban suatu negeri.
Allah SWT berfirman :
“Andaikata penduduk suatu wilayah mau beriman dan bertaqwa, maka pasti akan Kami bukakan pintu-pintu barokah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ajaran-ajaran Allah), maka akan Kami azab mereka, karena perbuatan mereka sendiri.” (QS Al-A’raf : 96)
“Maka apabila mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba (sekonyong-konyong), maka ketika itu mereka terdiam dan berputus asa.” (QS Al-An’am : 44)
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepatutnya berlaku keputusan Kami terhadap mereka, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS Al-Isra’ : 16)
Ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang kehancuran suatu negeri itu bercerita bahwa kehancuran suatu kaum berhubungan dengan hal-hal sebagai berikut :
1. Sikap kaum yang melupakan peringatan Allah SWT. Sehingga mereka lupa diri dan hidupnya dihabiskan untuk mencari kesenangan demi kesenangan. Hal ini juga disebutkan dalam surat At-Taubah : 24.
2. Tindakan elit atau pembesar masyarakat yang melupakan Allah SWT dan membuat kerusakan di muka bumi. Apabila dalam suatu peradaban sudah tampak dominan adanya para pembesar atau tokoh masyarakat, orang-orang kaya yang bergaya hidup mewah, atau siapa saja yang bermewah-mewah dalam hidupnya, maka itulah pertanda kehancuran peradaban sudah dekat.
Akan tetapi, dari dua hal tersebut, inti dari kehancuran peradaban atau bangsa adalah kehancuran iman dan kehancuran akhlak. Apabila iman kepada Allah telah rusak, maka secara otomatis pula akan terjadi pembangkangan terhadap aturan-aturan Allah.
Rosulullah saw. bersabda :
“Apabila perzinahan dan riba sudah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah akan diri mereka sendiri.” (HR. Thobroni dan Al-Hakim).
Sejarah telah mencatat kehancuran peradaban bangsa-bangsa di bumi ini. Mulai dari kisah kaum ‘Ad sampai dengan hancurnya kejayaan peradaban Muslim di Spanyol. Ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi segenap kaum yang mengaku dirinya muslim. Apakah gejala kehancuran itu telah ada?
Yang jelas, jatuh bangunnya sebuah peradaban pada dasarnya tergantung dari kondisi manusia-manusia pada zaman itu sendiri. Kekalahan dan kehancuran suatu peradaban disebabkan oleh tindakan mereka sendiri yang menciptakan ‘kondisi layak kalah’.
Allah SWT menegaskan :
“Yang demikian itu karena Allas sekali-kali tidak akan mengubah nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka.” (QS Al-Anfal : 53)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *