Garuda Tetap di Dadaku

Biasanya kalau atlet Indonesia kalah dalam pertandingannya, apapun itu, pasti ada saja kritik pedas yang mampir. Bahkan beberapa menyampaikan cacian dan makian tanpa peduli kerasnya perjuangan dan beratnya beban yang ada di pundak para punggawa merah-putih itu.

Tapi, sejak malam tadi dan mudah-mudahan akan terus berlanjut, tidak ada kritik pedas, cacian, atau makian bagi para pasukan Garuda. Masyarakat Indonesia angkat topi atas ‘kemenangan’ yang dipersembahkan bagi Negara ini. Tidak ada kemurungan. Semua gembira meyambut pahlawan Garuda yang baru saja bertempur di lapangan hijau. Tidak ada cacian dan makian. Yang ada adalah harapan. Harapan tentang prestasi yang semakin memuncak di hari depan.

Mister Riedl, orang paling cool sejagad, kalau ada yang harus dipecat, bukan Anda orangnya. Mungkin yang lebih layak kena ‘kartu merah’ si Nurdin Halid kali ya????

Sudah lama saya tidak menyaksikan bangsa ini bersatu memperlihatkan pada dunia tentang kuatnya nasionalisme rakyat pada negerinya. Dan semalam, merahnya GBK menjadi pertanda bahwa persatuan itu masih ada. Bahwa nasionalisme itu masih membara. Bahwa kecintaan pada negeri akan terus menyala. Semangat Garuda akan terus bersemayam dalam dada.

Garuda, jalanmu masih panjang. Masa depan telah menanti.  Tetaplah tegak menatap hari karena kemenangan adalah hal yang pasti.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *