Palestina: Dari Isa bin Maryam sampai Padang mahsyar

Setiap kita pasti mengimani bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kita juga meyakini bahwa kiamat itu akan terjadi di waktu yang hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya. Kemudian, kita semua akan dibangkitkan dalam keadaan yang bermacam-macam dan digiring ke suatu tempat yang dinamakan padang Mahsyar.

Mahsyar sendiri artinya tempat berkumpul. Jadi, padang Mahsyar adalah sebuah dataran luas tanpa gunung dan lembah tempat berkumpulnya manusia untuk menunggu hisab mereka masing-masing.

Dimanakah padang Mahsyar itu?? Padang Mahsyar itu nanti akan ada di suatu daerah bernama Syam. Kalau kita membaca sejarah para Nabi dan Rosul, maka kita akan menemukan juga daerah yang disebut dengan nama Syam itu. Rosulullah SAW. pernah ikut pamannya, Abu Tholib, berdagang ke negeri Syam. Sekarang ini kita mengenal Syam sebagai Palestina. Sebuah negeri yang Allah limpahkan kesuburan dan keberkahan namun diinjak-injak oleh Yahudi Laknatullah, Israel.

Yah, disanalah tempat seluruh umat manusia dikumpulkan. Mulai dari Nabi Adam AS. sampai dengan manusia yang mati terakhir kali pada saat kiamat. Maka, semuanya menjadi aneh buat saya ketika ada umat Islam yang tidak mau pusing dan tidak mau memikirkan masalah Palestina. Karena disanalah tempat kita semua akan dikumpulkan untuk diadili segala dosa dan kebaikan kita.

Palestina juga akan menjadi tempat turunnya Isa bin Maryam kembali ke dunia untuk meluruskan ajarannya dan memerangi Dajjal untuk kemudian mengembalikan kejayaan Islam. Palestina adalah titik dimana kejayaan itu akan dimulai kembali. Maka, semuanya menjadi sangat tidak masuk akal ketika seorang Muslim mengatakan bahwa orang-orang Palestina itu seharusnya hijrah saja dari daerahnya dan mencari tempat hidup di daerah lain yang lebih aman sebagaimana Rosul dulu berhijrah ke Madinah. Sungguh perkataan yang tidak didasari oleh ilmu dan iman.
Masjidil Aqsho yang sedang coba dihancurkan Israel adalah kiblat pertama umat Islam. Tempat Rosulullah bermi’raj ke Sidratul Muntaha, langit ke tujuh untuk bertemu dengan Allah dan menerima perintah sholat lima waktu. Maka, semuanya menjadi janggal ketika ada seorang Muslim yang tidak pergi berunjuk rasa membela Palestina dengan alasan malas dan panas. Menyakitkan ketika ada seorang muslim tidak mau menyumbang untuk perjuangan di Palestina dan mengatakan “Kayak di Indonesia nggak kekurangan orang miskin untuk disumbang aja!!!”
Ingatlah bahwa sesama muslim itu seperti satu tubuh. Apabila kakinya merasa sakit, maka tubuhnya pun akan demam. Perjuangan membela Palestina bukan hanya diperuntukkan untuk rakyat Palestina. Tapi, perjuangan membela Palestina akan jadi satu hal penting yang akan menjadi bahan pertanggungjawaban kita di hadapan Allah. Nanti, di padang Mahsyar……..

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *