Sebuah Percakapan di Siang Hari

Kemarin, setelah mengantar si kecil imunisasi di praktek bidan terdekat, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi seorang teman yang sering saya ajak diskusi selama ini.

Sesampai di rumahnya, saya langsung meletakkan si kecil yang sedang tertidur pulas setelah jejeritan disuntik oleh bidan. Tapi, tak lama kemudian dia bangun lagi dan mulai ngoceh sendirian. Tangan dan kakinya bergerak kesana-kemari. Sebuah kebahagian yang tidak bisa ditukar dengan apapun ketika melihat pemandangan menakjubkan ini.

Yang paling membuat saya bahagia adalah ketika Hana sudah bisa memiring-miringkan badannya. Mungkin sebentar lagi dia sudah bisa tengkurap. Padahal umurnya baru lima minggu.

Teman saya mulai bercerita bahwa anak tetangganya yang sudah berusia tiga bulan saja belum bisa tengkurap. Bahkan gerakannya belum aktif. Dia membandingkan dengan anak saya yang luar biasa aktif di usianya yang sekarang.

Mengapa bisa begitu??? Ini sih hanya spekulasi kami berdua.

Rupanya, anak tetangganya itu lahir lewat operasi Caesar. Sebuah proses dimana, menurut kesotoyan kita berdua, bayi tidak terlalu aktif mendorong keluar. Jadi, efeknya, bayinya rada-rada males gitu hehe….

Beda dengan yang lahir dengan proses persalinan normal dimana bayi dan ibu sama-sama berjuang antara hidup dan mati.

Apapun jawaban yang sebenarnya, lahir normal tetap jadi pilihan saya dan suami. Mudah-mudahan saya nggak akan pernah mengalami yang namanya operasi Caesar. Amin. Wallahu’alam.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *