Tentang Kesibukan

Merasa banyak amanah? Merasa aktivitas setumpuk dan nggak punya waktu? Merasa mengorbankan banyak hal karena agenda dakwah yang segunung?? Atau sebenernya rempong krn hal-hal yang nggak penting??
Hahaha… whatever lah ya. Saya juga pernah ada di posisi ‘Berasa penting sampe nggak punya waktu padahal cuma jelata’
Hari ini memutuskan bangun jam 2 pagi dan menyelesaikan setrikaan yang menggunung. Karena berasa sepi, akhirnya sambil ndengerin rekaman ulama keren ahli siroh.
Panjaangggg. Tp saya ingin menggarisbawahi satu hal.
Saya nih,, cuma orang biasa. Kesibukannya tentu nggak jauh lebih sibuk drpd seorang menteri atau presiden atau orang penting lainnya. Tapi kenapa masih suka sok sibuk yah? Sok sibuk apa emang malas? Hahaha.
8tahun lalu saya membeli sebuah buku. Judulnya Cinta di Rumah Hasan Al Banna.
Siapa tidak tahu Hasan Al Banna. Saya selalu bilang, kita nih nggak ada seujung kukunya imam Syahid.
Urusannya banyak?? Woohoooo jangan tanya. Saking banyaknya, beliau bisa hanya tidur 7menit saja. Yess…. 7 menit saja dan itu cukup menurut beliau.
Perhatikan!!! Hasan Al Banna yang luar biasa sibuknya ternyata menyempatkan diri untuk apik menata medical record tiap anaknya. Membantu putrinya memasak kue. Ngobrol dengan istrinya. Bahkan sangat dekat dan hangat dengan para ikhwah.
Apa kabar kita?
Rasulullaah memiliki ribuan sahabat. RIBUAN!!! Berapa sahabat kita?? *tutupmuka*malu
Dalam banyak riwayat diceritakan bahwa Rasulullaah adalah pribadi yang saaangggaaaat perhatian. Bahkan untuk urusan yang kecil.
Bayangkan!! Seorang pemimpin seperti rasul tentulah bukan pemimpin yang santai lowong leyeh leyeh kan???
Sekaliber beliau saja masih punya waktu untuk memperhatikan urusan tiap sahabatnya.
Sekaliber beliau saja selalu punya waktu untuk istri-istri beliau.
Sekaliber beliau saja masih punya waktu bercanda, bermain, menemani jalan-jalan anak-anak kecil.
Apa kabar kita?

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *