Jasa Ekspedisi

Satu setengah tahun yang lalu, saya berniat untuk memperbanyak variasi barang di toko IBUTINA. Pilihan barang jatuh pada coler bag, ice gel, dan botol ASIP kaca. Tiga buah barang yang sangat penting bagi ibu menyusui yang bekerja. Selain banyak request-an juga tentunya.
Saya bertanya pada sang agen tentang ongkos kirimnya. Karena 1kg hanya mampu memuat 6-7botol kaca.kalau saya pesan 200 botol kaca, berarti muatannya akan berkisar  pada angka 30kg. Ongkos kirimnya akan jadi bengkak ketika saya menggunakan jasa ekspedisi semacam TIKI atau JNE. Karena tarifnya flat.kalau per kg biayanya 10.000, berarti 30kg biayanya 300.000. Walah, banyak amattt yaaaa tuing tuing deh.
Beruntung, agen tersebut menggunakan jasa ekspedisi yang ‘makin berat, makin murah’. Untuk muatan 30kg saya hanya membayar 42.500 dari Bandung ke Jakarta.
Nama jasa ekspedisi tersebut adalah Hira Express. Jasa ekspedisi yang cukup langka agennya di Jakarta. Rumah saya di Cijantung Jakarta Timur. Hira Express yang paling dekat dengan rumah saya adalah di kawasan Rempoa yang jaraknya sekitar 30km *tepok jidat.
Paket pertama, hanya diantar sampai depan jalan gang rumah saya. Katanya, mobil nggak bisa masuk. Oke. Saya terima alasannya. Walaupun sebetulnya ada jaln besar yang memungkinkan mobil mengantar barang sampai ke depan rumah saya. Akhirnya, saya harus menyewa 2 buah ojek untuk membawa paketan besar tersebut. Sementara saya berjalan pulang sambil menggendong anak saya yang masih berusia lima bulan.
Paketan kedua lebih parah lagi. Mobil pengantar hanya mengantar di jalan besar. Saya ditelpon untuk mengambil barang di tempat yg jarakny 500 meter dari rumah.
Saya bilsng, “Maaf, anak saya sedang tidur. Bisakah diantar sampsi rumah lewat jalan masuk yg tepat di sebelah tempat Bapak menunggu.”
Dia bilang, “Nggak bisa bu. Jalannya ditutup.”
Saya jawab, “Sebentar ya. Anak saya lagi tidur. Suami saya lagi sholat di masjid. Sebentar lagi pulang.”
Dia jawab, “Yah, itu sih saya nggak tau, Bu. Kalo ibu nggak kesini sekarang, saya pergi.”
“Trus paket saya gimana?”
“Yah paling minggu depan, ato bulan depan dianter nya.”
“Ya sudah, saya kesana sekarang.”
Telepon saya putus dan saya langsung lari kerumah tetangga saya. Minta tolong untuk menjaga anak saya.
Sebuah pelayanan yang sangat tidak mengenakkan dari jasa ekspedisi bernama Hira Express.
Perlakuan berbeda saya dapatkan dari jasa ekspedisi DAKOTA.
Paket pertama, sama seperti Hira Express. Namun, paket selanjutnya diantar tepat di muka rumah saya. Padahal sama-sama ,enggunakan mobil.
Saya tanya tahu dari mana jalur mobil kerumah saya. Dia jawab, “Saya cari-cari aja. Yang penting nyampe.” Katany sambil senyam-senyum.
Begini seharusnya pelayanan terhadap konsumen. Ramah.
Semoga bisa jadi pelajaran untuk semua pihak :-)…….

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *