Ahmadiyah: Sebuah Kesesatan Berdalih Kebebasan Beragama

Ahmadiyah, adalah sebuah aliran dan Jemaah yang namanya begitu lekat di telinga kita. Sepak terjang pengikutnya selalu menjadi kontroversi dan mengundang resistensi yang semakin kuat dari masyarakat, khususnya umat Islam Indonesia.
Bentrokan sering kali terjadi antara pengikut Ahmadiyah dengan kaum muslimin di Indonesia. Hal ini, tak pelak mengundang simpati beberapa orang, LSM ataupun ormas untuk membela pengikut Ahmadiyah yang, menurut mereka, sah-sah saja menjalankan keyakinannya dengan dalih kebebasab beragama.
Sampai sekarang, masalah ini belum terselesaikan. Pemerintah yang seharusnya tegas bersikap malah menerbitkan Surat Keputusan Bersama tiga menteri yang tidak memberikan solusi bagi umat Islam Indonesia yang menilai bahwa apa yang dilakukan kalangan Ahmadiyah adalah penistaan agama.
Kuncinya ada pada pemerintah. Tetap lembek kepada pengikut Ahmadiyah dengan membiarkan aliran sesat ini terus berkembang hingga membuahkan konflik di masyarakat atau menetapkannya sebagai aliran sesat dan resmi melarang keberadaannya di Indonesia.
Fatwa MUI yang menegaskan kesesatan Ahmadiyah rupanya tidak cukup kuat untuk mendorong pemerintah Indonesia agar segera mengatasi masalah ini. Apalagi dorongan LSM atau ormas yang membenarkan keberadaan Ahmadiyah dengan dalih kebebasan beragama.
Kebebasan beragama, ya, kebebasan beragama adalah dalih yang didengung-dengungkan kalangan Ahmadiyah dan para temannya untuk terus eksis dan berkembang di Indonesia.
Mereka menyebut siapa saja yang melarang ajaran Ahmadiyah bahkan menyerang pengikutnya adalah inkonstitusionil, melanggar UUD 1945 pasal 29 ayat 2. Dan mereka juga menyebutnya sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
Tidak akan jadi masalah ketika Ahmadiyah tidak menyebut diri mereka sebagai Islam. Namun, kalangan Ahmadiyah tidak mau menyebut diri mereka dengan nama agama lain. Mereka menyebut diri mereka Islam tapi nabi mereka bukan Nabi Muhammad. Padahal Muhammad Saw. beserta seluruh ajarannya yang datang dari langit adalah pedoman umat Islam sampai akhir jaman. Barang siapa yang ingkar darinya, maka itulah sesat.
Indonesia adalah Negara hukum. Masyarakat tidak bisa seenaknya membakar pengikut Ahmadiyah karena kesesatannya. Atau merusak tatanan yang mereka miliki. Namun, selama pemerintah belum bertindak tegas, yakinlah bahwa bentrok ini akan terus berlanjut dan entah dimana ujungnya.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *