Gunting Untuk Wanita Hamil

Sekitar seminggu yang lalu, hujan deras mengguyur daerah rumah saya. Kali terdekat pun meluap hingga air membanjir semata kaki. Hawa dingin menusuk tulang. Pada saat seperti itu tentunya saya meninginkan sesuatu yang hangat untuk mengisi perut.

Saya pun berjalan menembus derasnya luapan air kali ditemani gemerisik daun bambu yang bergesek. Memang, di pinggir kali dekat rumah saya berderet pohon bambu yang cukup banyak. Bambu-bambu tersebut difungsikan warga untuk menahan tanah agar tidak longsor.Waktu telah melewati saat isya ketika saya berjalan ke warung. Semuanya berjalan normal-normal saja pada saat saya berangkat. Namun, ketika pulang ada kejadian yang membuat saya mengelus dada sambil istighfar. Ketika saya melewati ibu yang sedang memantau ketinggian air kali itu, beliau bertanya pada saya apakah saya membawa gunting. Saya langsung mikir, ngapain saya bawa-bawa gunting malam-malam. Ternyata, usut punya usut, gunting yang beliau maksudkan adalah gunting yang berfungsi untuk menolak bala karena saya sedang hamil besar dan harus melewati pohon-pohon bambu yang diyakini sebagai tempat bersemayam para jin.

Saya jawab dengan, “Cukup minta sama Allah aja, Bu!!”

Si ibu menjawab, “Iya sih!!” ditambah dengan wajah bête.

Banyak dari kita pasti pernah mengalami hal serupa. Beberapa menurut saja dengan alasan nurut apa kata orang tua. Sebagian menolak karena hal tersebut sangat tidak logis. Hal seperti ini tumbuh subur dalam lingkungan masyarakat kita. Nggak peduli tempat. Di kampung ataupun di kota besar seperti Jakarta, hal seperti ini kerap terjadi.

Ada mitos bahwa kalau makan dengan piring yang kecil, jalan lahirnya akan kecil sehingga akan robek besar. Ada lagi mitos bahwa orang hamil tidak boleh melayat karena janin yang dikandung akan terkenan penyakit yang dikenal dengan nama sawan bangking. Pernah dengar?? Konon katanya, anak yang terkena sawan bangking berat badannya tidak akan naik dan akhirnya meninggal dunia. saya pun menggeleng.

Saya tidak pernah percaya hal semacam ini. Dan menurut pengalaman saya, hal seperti ini nggak pernah kejadian.

Tetangga saya yang makan dengan piring besar karena mitos tersebut malah harus dijahit 12 setelah melahirkan. Seorang teman yang hamil dan ikut ke makam menguburkan mayit, bayinya sehat-sehat saja sampai sekarang.

Hati-hati menghadapi mitos seperti ini. Alih-alih mengikuti kata orang tua agar tidak durhaka, jangan-jangan kita terjebak dalam perbuatan syirik. Sebuah perbuatan yang sangat dibenci Allah dan dosanya tidak terampuni. Na’udzubillah.

Syirik artinya adalah menyamakan atau menyekutukan Allah SWT  dengan selain Allah secara langsung maupun tidak langsung, secara nyata ataupun terselubung.

Pada hakikatnya orang yang menyamakan atau mempersekutukan Allah dengan mahkluk atau benda apapun berarti telah memberikan sifat ketuhanan kepada mahkluk atau benda tersebutbaik secara keseluruhan ataupun sebagian saja, baik dalam tingkat yang sebanding maupun dalam tingkat yang berbeda.

Mereka yang berbuat syirik berarti telah merendahkan Allah dan tidak mengakui ke-Maha Esa-an Nya.

Syirik sangat berbahaya bagi manusia itu sendiri. Beberapa bahaya syirik adalah sebagai berikut,

1. Syirik adalah kedzoliman yang besar. Allah menyebutkan bahwa syirik adalah kedzoliman yang besar, bahkan tidak ada kedzoliman yang lebih besar daripada perbuatan syirik. Allah berfirman dalam surat Luqman ayat 13

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata pada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : “Hai Anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzoliman yang besar.””

2.   Syirik adalah dosa yang paling besar. Pelakunya diharamkan masuk syurga. Rasulullah bersabda : “Maukah kalian kuberitahu dosa yang paling besar dari dosa-dosa besar? Yaitu syirik kepada Allah.”

Dan firman Allah dalam Al-Quran :

“………….Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka Allah pasti akan mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzolim itu seorang penolongpun.” (Al-Maidah : 72)

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk mahkluk.” (Al-Bayyinah : 6)

3.  Syirik menghapus pahala amal-amal sebelumnya. Allah berfirman dalam surat Az-Zumar ayat 65 : “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.’”

4.  Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik. Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisa’ : 47)

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mepersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (An-Nisa’ : 116)

5.  Syirik menyebabkan lemahnya umat manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 41 :

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”

Semoga kita semua terhindar dari syirik. Amin.

2 Comments

  1. Alhamdulillah… akhirnya ketemu juga sesuatu yang dapat meyakinkan istriku tentang hal ini… maklum kami tinggal nya masih di daerah, jadi masih banyak tradisi-tradisi yang menyesatkan.
    Terima kasih…

  2. Subhanallah….Alhamdulillah kalau bisa membantu pak Djoem.
    Ladang amal untuk membersihkan bumi dari kemusyrikan tuh pak Djoem….memang kalau di daerah masih banyak yg ‘begitu-begitu’
    semangat pak 🙂

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *