Hal Apa Yang Tidak Bisa Dilepaskan Dari Indonesia????

Hal Apa Yang Tidak Bisa Dilepaskan Dari Indonesia????

Ada banyak jawaban. Ramah orangnya dan gemar bergotong royong mungkin akan jadi jawaban mayoritas. Padahal kata teman saya yang pernah keliling Eropa, Asia, dan Amerika, bule juga ramah-ramah kok. Bedanya, mereka lebih serius menghadapi sesuatu jadi mimik mukanya terlihat seperti orang habis nelen helm. Aslinya sih, mereka baik juga kok.

Panorama alamnya yang indah. Indonesia tuh surga dunia. Percaya nggak?? Siapa nggak tau Bali dengan pantai-pantainya yang mendunia? Siapa nggak tau Taman Nasional Laut Bunaken yang pemandangannya bikin mata segar. Dan selebritis baru Indonesia yang mulai tenar dan kontroversial, Taman Nasional Komodo. Ada banyak destinasi wisata Indonesia yang pemandangannya kelas wahid.

Korupsinya nggak nahan booo!!! Menempati urutan tiga di dunia. Prestasi memalukan. Sungguh berbanding terbalik dengan ranking human development index yang tak pernah menembus 100 besar. Padahal, ada berapa negara di dunia coba???

Negeri dengan bejibun orang pintar dan bolak-balik dapet medali emas berbagai macam olimpiade internasional mulai dari fisika sampai komputer, tapi tak pernah menemukan sesuatu yang meningkatkan kualitas hidup orang banyak. Biasanya, riset selalu memerlukan pemerintah sebagai penyemangat terbesar. Di Indonesia, jangan harap deh!! Nggak heran kan kalau para jenius itu pindah keluar negeri karena orang luar lebih memberikan harga yang pantas untuk otak mereka.

Yang selalu jadi hot topic adalah Indonesia tak pernah lepas dari segala urusan yang berbau klenik. Mulai dari kelahiran sampai kematian. Mulai dari acara satu syuro-an sampai tontonan layar lebar. Aroma yang tercium selalu berbau mistis.

Saya ingin berbagi tentang beberapa pengalaman yang mungkin bisa jadi pelajaran bagi kita semua.

Pada hari minggu tanggal 4 Desember lalu, seorang family jauh meninggal dunia. Ketika jenazah diletakkan di ruang tamu agar para pelayat bisa menyaksikan dan mendoakan untuk yang terakhir kalinya, seorang ibu tetangga meminta gunting dengan sangat tergesa. Sepertinya, keberadaan gunting pada saat itu adalah sesuatu yang sangat urgent and important. Kondisinya hampir sama seperti ketika seseorang sudah sangat mules dan ingin segera menuntaskan hasrat untuk buang air besar, maka dia sangat membutuhkan keberadaan wc.

Pada awalnya, saya hanya tenang-tenang saja. Saya pikir untuk mengunting tali atau tissue atau apalah yang sesuai dengan fungsi gunting.

Ternyata eh ternyata, apa yang terjadi, Saudara-saudara??? Gunting itu bukan untuk menggunting apa pun. Gunting itu diletakkan di atas jenazah. Entah apa maksudnya.

Saya spontan berteriak, ‘BUAT APA????’ dan teriakan saya seketika membuat para hadirin menoleh dan membuat mimik si ibu yang meminta gunting berubah jadi ungu seperti melihat sesuatu yang menyeramkan.

Saya terdiam sejenak. Saya kesel, sebel, geregetan. Adik saya yang kelihatannya lebih tenang, menanyakan perihal kegunaan gunting tersebut. Setelah menjawab, ‘Nggak apa-apa. Cuma buat ditaroh aja.’, adik saya pun mengambil gunting tersebut dan menyingkirkannya.

Gunting, oleh masyarakat Indonesia yang lekat dengan budaya klenik, dipercaya dapat menghindarkan seseorang dari gangguan mahkluk halus. Ini kan musyrik. Masa’ Allah disamakan dengan gunting. Yang bisa melindungi kita dari gangguan mahkluk halus kan Allah. Menggunakan benda-benda lain sebagai pelindung adalah sejelas-jelasnya menyamakan Allah dengan benda tersebut. Sama sifatnya seperti kita bersujud pada benda-benda tersebut. Kata seorang ustadz, itu namanya musyrik. Barang siapa yang melakukannya, bersiaplah menghadapi sakaratul maut yang berat dan jasadnya dibakar di neraka hiiiiyyyy…..

Cerita selanjutnya, akan saya bagi pada bagian kedua tulisan ini.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *