Nabi dan Rosul : Dimana Perbedaannya???

Jawaban singkatnya adalah kalau Nabi belum tentu Rosul. Kalau Rosul sudah pasti Nabi. Yah, itu sih anak SD lagi koprol juga bisa jawab. Bukan jawaban yang diharapkan tentu saja.

Kira-kira apa ya jawaban yang bisa menggambarkan dengan jelas dimana letak perbedaannya??

Masih saya ambil dari pengalaman saya mengajar sebagai guru privat anak kelas 6 SD-Madrasah Ibtidaiyah Negeri lebih tepatnya- jawaban yang saya temukan dalam buku pelajaran agamanya adalah bahwa Rosul menerima wahyu untuk disampaikan lagi kepada umatnya. Sementara Nabi menerima wahyu untuk dirinya sendiri. Sebuah buku pegangan agama Islam keluaran Departemen Agama Republik Indonesia.

Dahi saya mengkerut. Emang iya kalau Nabi menerima wahyu untuk dirinya sendiri saja?? Mari sama-sama kita analisis dengan seksama.

Pertama, kita yang manusia biasa saja diberikan kewajiban oleh Allah untuk berdakwah atau menyebarkan ajaran ini. Banyak dalilnya dalam AL-Quran dan Hadits. Saya akan menuliskan beberapa dari sekian banyak dalil yang mewajibkan manusia untuk berdakwah untuk memperkuat argumen ini.

1.       QS Al-‘Imran : 104

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang MENYERU kepada kebajikan, MENYURUH kepada yang ma’ruf dan MENCEGAH dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.”

2.       QS Al-‘Imran : 110

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, MENYURUH kepada yang ma’ruf dan MENCEGAH dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli KItab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

3.       QS An-Nisaa’ : 114

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang MENYURUH (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhoan Allah, maka kelak Kami memberinya pahala yang besar.”

4.       QS Al-Hajj : 67

“MENYERUlah kamu kepada agama Tuhanmu.”

5.       QS An-Nahl : 125

“Menyerulah kamu kepada jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasihat yang baik.”

6.       Diriwayatkan dari Abi Sa’id Al Khudri ra.; ia bertutur :Aku mendengar Rosulullah saw bersabda : “Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia merubah dengan tangannya; bila ia tidak mampu, maka dengan lidahnya; dan kalau tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”

Dan masih banyak dalil lain yang mewajibkan umat Islam untuk menyeru pada jalan Allah.

Nah, kalau kita yang manusia biasa saja diberikan kewajiban untuk menyebarkan atau mengajak manusia kepada kebaikan, apalagi Nabi yang merupakan manusia pilihan Allah. Pasti tugasnya untuk menyampaikan ajaran Allah pada umat manusia jauh lebih berat.

Jadi, bedanya di sebelah mana dong??

Berikut sedikit paparan yang disampaikan oleh Ustadz Arif Ma’ruf, Lc.

Ada tiga perbedaan mendasar antara Nabi dan Rosul :

1.       Rosul membawa syari’at baru, sementara Nabi melanjutkan Syari’at yang dibawa oleh Rosul sebelumnya. Syari’at baru bukan berarti Tuhan atau ajaran baru. Intinya tetap sama yaitu menyeru manusia pada Allah. Namun ada perbedaan tata cara ibadah.

Misalnya pada era Nabi Ibrohim, berdoa dilakukan pada pagi dan sore hari. Sementara perintah sholat lima waktu datang pada masa Nabi Muhammad.

2.       Rosul memiliki cakupan wilayah yang lebih luas sementara Nabi lebih kecil ketimbang Rosul. Ilustrasinya begini, Kalau Rosul mengepalai sebuah provinsi kalau Nabi tingkat kabupaten. Begitulah gambarannya kira-kira.

Dengan lebih luasnya cakupan inilah maka Rosul secara otomatis harus menyeru kepada umat yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang Nabi.

3.       Rosul menerima ujian yang lebih berat daripada Nabi. Hal ini adalah konsekuensi logis dari dibawanya syari’at baru, luasnya cakupan wilayah dan banyaknya jumlah umat yang harus diseru kepada agama Allah.

Semoga paparan di atas dapat membantu kita untuk lebih memahami mengapa apa perbedaan dalam penyebutan Nabi dan Rosul. Dan mudah-mudahan sedikit penjelasan di atas bisa membantu memperbaiki paradigma kebanyakan dari kita-yang ternyata salah-tentang perbedaan antara Nabi dan Rosul.

Wallahu’alam.

One Comment

  1. Perbedaan antara nabi dan rosul, kalau nabi seseorang yg diutus ALLAH memberi petunjuk pd umatnya dan diberi kitab, sedangkan rosul adalah seseorang yg diutus ALLAH untuk memberikan penjelasan firman firman ALLAH dlm kitab yg diberikan pd para nabi.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *