Fiqh Sholat

Adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan membaca takbir dan diakhiri dengan mengucapkan salam.

A. KEDUDUKAN SHALAT DALAM ISLAM

Shalat menempati kedudukan yang tidak dapat ditandingi oleh ibadah lainnya. Merupakan tiang agama, dimana ia tidak dapat berdiri dengan kokoh melainkan dengannya. Rasulullah bersabda: kepala setiap perkara ialah Islam, sedangkan tiangnya ialah shalat dan puncaknya adalah berjuang di jalan Allah.

Shalat adalah ibadah pertama yang diwajibkan oleh Allah yang perintahnya disampaikan secara langsung tanpa perantara.

Shalat merupakan amal hamba yang pertama kali dihisab.

Shalat adalah wasiat terakhir yang diamanahkan oleh Rasulullah kepada umatnya ketika hendak meninggal dunia.

Shalat merupakan inti pokok ajaran islam. Rasulullah bersabda: sesungguhnya, ikatan agama islam akan terurai satu demi satu. Setiap kali ikatan Islam terurai, orang-orang pun bergantung pada ikatan berikutnya. Ikatan pertama adalah menegakkan hokum dan ikatan terakhir adalah shalat. HR. Ibnu Hibban.

Allah menyebut shalat bersamaan dengan zikir atau mengingat Allah. QS. 29:45, 14:15, 87:14-15, 20:14.

Allah menyebut Shalat bersamaan dengan zakat. QS. 2:110

Allah menyebut Shalat bersamaan dengan sikap sabar. QS. 2:45

Allah menyebut Shalat bersamaan dengan qurban dan ibadah-ibadah lainnya. QS. 108:2, 6:162-163

Shalat dipakai sebagai pembukaan perbuatan-perbuatan baik dan sebagai kuncinya. QS. 23:1-11

Disebabkan pentingnya shalat dalam islam, maka diperintah mengerjakannya baik diwaktu bermukim atau musafir, waktu damai maupun perang. QS. 2:238-239, 4:102-103

Islam mengecam orang yang menyia-nyiakan shalat dan mengancam orang yang lalai hingga meninggalkannya. QS. 19:59, 107:4-5

B. HUKUM MENINGGALKAN SHALAT

Meninggalkan shalat karena ingkar adalah kafir dan keluar dari agama islam. Adapun meninggalkannya, sedangkan masih mengimani kewajibannya dan karena lalai atau lupa, bukan karena sesuatu halangan syara’ maka berbagai hadits menegaskan bahwa ia kafir.

Hadits-hadits yang menegaskan hal itu:

  1. Rasulullah bersabda: perbedaan paling mendasar antara kami dan mereka adalah shalat. Oleh karena itu barangsiapa meninggalkannya berarti ia telah kafir. HR. Ahmad dan Ash habus Sunan
  2. Rasulullah bersabda: Batas antara seseorang dan kekafiran itu adalah meninggalkan shalat. HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah.
  3. Barangsiapa yang memeliharanya maka ia akan memperoleh cahaya, bukti keterangan dan kebebasan dihari kiamat. Barangsiapa yang tidak memedulikannya, maka tidak akan memperoleh cahaya, bukti kebenaran dan kebebasan, sedangkan dihari kiamat ia akan bersama Qarun, fir’aun, Haman dan Ubai bin Khalaf. HR. Ahmad, Thabrani dan Ibnu Hibban. Hadits tersebut menjelaskan orang yang meninggalkan shalat akan berada bersama golongan kafir di akhirat.
  4. Tidak ada satu amalanpun yang dipandang pleh para sahabat  Nabi Muhammad Saw bahwa jika meninggalkannya dapat membawa pada kekafiran. HR. Tirmidzi dan Hakim
  5. Saya pernah dengar Ishak mengatakan, terdapat sebuah hadits shahih yang diriwayatkan

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *