Apa yang bayi bisa lakukan pada kita

apa yang bayi kita bisa lakukan pada kita,ibunya, untuk meningkatkan kecerdasan kita?? Banyaaaakkk….
Ketika saya menulis ini, waktu menunjukkan pukul 02.08 dini hari. Waktu dimana sebagian manusia terlelap. Tapi, saya harus menidurkan anak saya yang bangun sejak jam satu malam.
Sebetulnya mudah menidurkan si kecil yang lucu ini. Cukup berikan asi yang banyak dan gendong sambil diayun-ayun. Yang jadi masalah adalah kalau sudah dalam gendongan, si kecil tidak mau diletakkan di atas kasur. Dia akan bangun dan mulai sedikit rewel. Karena sebenarnya dia sudah mengantuk.
Akibatnya, saya harus kembali menggendongnya. Pada awalnya, saya merasakan ini sebagai hal yang agak berat. Saya sempat menangis ketika Hana memasuki umurnya di minggu yang kedua. Kalau begini terus, saya nggak akan punya waktu untuk menulis.
Tapi, sebetulnya nggak begitu. Kalau saya memaksakan diri intuk menulis dengan laptop di atas meja dengan situasi yang tenang, tentu saja nggak akan pernah bisa. Tapi, kalau sambil menggendong, saya menulis dengan aplikasi office di handphone dengan keypad QWERTY, tentu saja kegiatan menulis dapat terus berlangsung. Saya nggak lagi bete dengan acara menggendong si kecil ditemani acara tv yang membosankan. pelajaran pertama : bangunnya bayi anda di malam hari membuat anda kreatif!!
Saya juga sering kerepotan dengan acara menggendong si kecil sambil membereskan beberapa pekerjaan rumah. Tapi, itu pada awalnya. Sekarang tidak lagi. Saya selalu berpikir bahwa menggendong si kecil sambil menyapu atau mengepel atau memasak makanan tambahan atau membereskan rumah pastilah sebuah hal yang membuat saya sangat repot. Bahkan saya sempat berpikir bahwa kegiatan rumah tangga tidak akan dapat dilakukan ketika saya mengurus si kecil.
Tapi, kalau saya berkutat terus dengan pikiran saya itu, saya nggak bisa ngapa-ngapain. Rumah akan berantakan terus. Akhirnya, saya mencoba untuk menggendong si kecil sambil melakukan berbagai kegiatan rumah tangga tersebut. Bahkan saya pernah menyusui sambil menyapu. Awalnya agak repot. Tapi, lama-lama saya jadi terbiasa juga. Istirahat pun sempurna karena tidak pusing memikirkan rumah yang masih berantakan. Pelajaran kedua : memiliki bayi membuat kemampuan multitasking anda bertambah.
Perasaan kesal pasti tak terhindarkan ketika si kecil rewel terus-menerus. Namun, kita tak mungkin membiarkannya terus menjerit atau mengucapkan kata-kata yang tidak baik pada si kecil. Karena tiap ucapan dari ibunya adalah doa bagi si kecil.
Ketika anak saya bergerak terus, nggak bisa diam, tentu saja saya tidak mengatakan, ‘Ih, dede nggak bisa diem ni. Kayak cacing kepanasan.’
saya justru mengatakan, ‘Subhananallah, anak Umi aktif sekali bergeraknya. Itu tanda kalau dede sehat. Sehat terus ya, Nak.’ kemudian saya cium pipinya.
Atau ketika si kecil rewel tanpa sebab yang jelas. Jangan keluhkan rewelnya. Yang biasanya saya katakan adalah, ‘Masya Allah, anak Umi lantang betul suaranya. Mau jadi presiden ya???’
katakan hal-hal yang baik pada anak-anak kita.
Pelajaran ketiga : bayi anda membuat kemampuan linguistik anda semakin kaya dan kesabaran anda meningkat.
Bayi kita adalah karunia berharga dari Allah. Menjaga dan mendidiknya dengan benar adalah sebuah kewajiban yang harus kita penuhi. Untuk itu anda harus mengetahui ilmunya. Anda harus terus belajar. Mandidik anak anda akan sangat berbeda dengan bagaimana orangtua anda mendidik anda. Sahabat Ali ra berkata bahwa kita harus mendidik anak-anak kita sesuai dengan jamannya.
Didiklah anak-anak kita secara holistik baik imannya, pikirannya, maupun fisiknya.
Pelajaran keempat : bayi anda membuat anda terus belajar sehingga otak anda terus berkembang.
Wallahu’alam

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *