Emansipasi Wanita

Emansipasi wanita adalah prospek pelepasan diri wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah, serta pengekangan hukum yang membatasai kemungkinan untuk berkembang dan maju. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan tahrir al mar’ah.

Tuntutan persamaan hak (emansipasi) tidak pernah ada dalam Islam. Islam tidak pernah mempertentangkan hak pria dan wanita. Istilah-istilah tersebut hanya ada dari luar Islam, terutama dari Barat (Eropa- Amerika).

Islam sangat memuliakan wanita, Al Qur’an dan sunnah sangat memperhatikan dan memberikan kedudukan yang terhormat kepada wanita, baik ia sebagai anak, istri, ibu, saudara maupun peran lainnya. Begitu pentingnya hal ini, Allah SWT mewahyukan sebuah surat dalam Al Qur,an kepada nabi Muhammad SAW yaitu surat An Nisa yang sebagian besar dari ayat ini membicarakan persoalan yang berhubungan dengan kedudukan, peranan, dan perlindungan hukum terhadap wanita

Dalam sebuah hadits misalnya, Rasulullah bersabda:

Salah satu ciri laki-laki terhormat adalah yang paling dan bersikap lemah lembut terhadap istrinya”. ( HR Ibnu Ahmad bin Hambal)

Masih banyak hadits lain yang membahas tentang keutamaan wanita. Selain itu dalam Al Qur’an misalnya, dari segi pengabdian tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan yang dijadikan ukuran untuk meninggikan dan merendahkan hanyalah nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Allah SWT ( QS. Al Hujurat:13).

Bagi Islam sendiri, wanita yang baik adalah wanita yang menjalankan kehidupannya seoptimal  mungkin berdasarkan Al Qur’an dan hadits, mampu menjalankan fungsi, hak dan kewajibannya. Baik sebagai hamba Allah, sebagai istri, ibu, dan juru dakwah.

Dari segi penciptaannya, Al Qur’an menerangkan bahwa wanita dan pria sama-sama ciptaan Allah dan berada dalam derajat yang sama. Tidak ada isyarat bahwa laki-laki derajatnya lebih tinggi dari wanita.

Islam mempunyai falsafah khusus mengenai hubungan hak-hak pria dan wanita dalam keluarga. Wanita mempunyai hak yang sama dan setara dengan pria. Namun pengertian sama dan setara dalam Islam berbeda dengan yang dituntut oleh wanita-wanita Barat yang menuntut persamaan dan keidentikan antara pria dan wanita dalam segala hal. Titik tolak yang digunakan mereka dalam hal ini ialah hak-hak mereka harus sama, identik dan sebanding. Tidak ada hak pengistimewaan dan pengutamaan bagi salah satu dari keduanya. Persamaan berbeda dengan keidentikan. Persamaan berarti kesederajatan dan kesebandingan, sedang keidentikan berarti keduanya harus persis sama. Wanita itu mampu berbuat seperti pria dalam berusaha dan berkarya, realitas ini bisa ditemukan pada masa nabi SAW, sahabat dan tabi’in. Para wanita tampil diberbagai bidang, seperti Khadijah adalah seorang saudagar yang kaya dan sukses, dan Asy Syifa yang diserahi oleh Umar bin Khattab untuk menangani pasar kota Madinah. Menurut Marwah Daud Ibrahim, emansipasi wanita kini tidak lagi perjuangan untuk mencapai persamaan hak, tetapi telah sampai pada upaya untuk meningkatkan sumber daya wanita itu sendiri. Emansipasi yang dibenarkan dalam Islam adalah tidak lagi melihat laki-laki sebagai seteru atau lawan, tetapi sebagai partner dan kawan seperjalanan.

Dalam ajaran Islam, wanita juga mempunyai hak dan kesempatan untuk berkarir, dengan tidak melalaikan fungsi dan kedudukannya sebagai wanita. Islam juga memberikan dorongan yang kuat agar para muslimah mampu berkarir disegala bidang. Islam membebaskan wanita dari belenggu kebodohan, ketertinggalan dan perbudakan.

Namun demikian, pada kenyataannya diberbagai bidang kehidupan masih banyak terjadi pertentangan pendapat tentang jabatan yang digeluti. Dalam konteks kekinian hal ini masih menjadi problema yang masih terus dibicarakan.

2 Comments

  1. berkarier bagi wanita adalah Hak..
    Bagi pria itu adalah KEWAJIBAN..
    Dahulukan kewajiban dripada hak..
    Klo pria dan wanita islam mendahulukan kewajiban drpada hak, maka insyAllah, kehidupan akan damai dan jelas arahnya..

  2. karena kalo manusia ( baik pria ato wanita ) mendahulukan HAKnya dripada KEWAJIBAnya, maka org itu akan berpotensi besar menjadi manusia bermental SERAKAH dan lupa diri, sperti kbanyakan manusia saat ini..

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *