ibu dan bayi

Kalau Anda Adalah Seorang IBU, Maka Anda Harus BAHAGIA

Mari kita berhitung!! Ada berapa anak yang dicubit oleh ibunya dalam sehari saja di lingkungan rt kita? Ada berapa anak yang ditempeleng oleh ibunya dalam sehari saja di lingkungan rw kita? Ada berapa anak yang dimarahi oleh ibunya dalam sehari saja di lingkungan sekitar komplek kita?

Saya memperkirakan dengan hitungan kasar, karena tak mensurvey satu per satu-hanya pandangan mata saja, ada puluhan anak yang dicubit oleh ibunya dalam sehari saja di lingkup rt. Ada ratusan anak yang ditempeleng ibunya dalam sehari saja di lingkup kelurahan. Dan hampir setiap anak di komplek kena damprat ibunya setiap hari.

Banyak hal yang membuat para ibu melakukan hal-hal di atas. Hal-hal yang sudah pasti akan mencoreng pola perkembangan psikologis anak-anak mereka. Belum lagi kemunduran dalam faktor intelejensia yang diakibatkan oleh putusnya syaraf-syaraf di otak yang diakibatkan oleh cubitan, tempelengan, bahkan cacian.

Beberapa hal utama yang dijadikan alasan seorang ibu melakukan kekerasan terhadap anak-anaknya adalah karena si anak bandel, nakal, sering membuat kesal, tidak bisa diperingatkan dengan kata-kata halus. Akhirnya, cara-cara kasar harus ditempuh agar si anak kapok.

Menurut saya, alasan-alasan seperti itu nggak make sense. Semua hanya akal-akalan seorang ibu untuk bisa melampiaskan rasa kesal dan marah, yang belum tentu bersumber dari si anak, untuk membenarkan perilaku kasarnya.

Ketika anak semakin bandel setelah dipukuli dan seseorang memberikan advice pada si ibu agar menggunakan cara-cara yang lembut saja, si ibu malah berkata, ‘Lah…. Pake cara yang kasar aja nggak bisa, apalagi pake cara yang halus.’ Kasihan si anak yang tercederai, kasihan si ibu yang pikirannya pendek.

Anak-anak kita bukan koruptor yang harus dibuat kapok ketika sedang bereksplorasi dan memenuhi rasa ingin tahunya. Anak kita bukan pencuri ayam yang harus di’bogem’ ketika ketahuan melakukan kesalahan.

Anak kita adalah pewaris dunia yang akan meneruskan peradaban. Anak kita adalah titipan yang harus dirawat agar menjadi investasi akhirat yang berbuah manis. Ini adalah alasan kuat yang membuat saya begitu bahagia menjalankan peran sebagai seorang ibu.

Begitu banyak ibu begitu merasa lelah dan kesal menjalani perannya mengurus anak-anak bukanlah karena anak mereka terlalu nakal atau terlalu ngeyel, atau segudang alasan lain. Satu-satunya alasan mereka melakukan berbagai kekerasan dalam kehidupan keibuannya-menurut saya-adalah karena mereka tidak bahagia menjalani itu semua.

Bahagia ketika kita mengandung akan membuat bayi yang ada dalam kandungan kita menjadi tenang dan stabil emosinya. Kita akan mulai mencintainya ketika test pack yang kita pakai menunjukkan dua tanda merah. Kebahagiaan itu akan membawa kita mencari apa-apa yang kita dan bayi kita butuhkan. Kebahagiaan yang akan membuat kita kuat menghadapi ‘ngerinya’ persalinan dan hebatnya rasa mulas.

Bahagia menjadi ibu akan membuat anak kita nyaman dalam pelukan kita. Akan membuat kita begitu bersabar bahwa berantakannya rumah, acak-acakan mainan akan berbuah manis pada akhirnya.

Menjadi ibu yang bahagia, bahagia menjadi ibu adalah satu-satunya hal yang harus kita penuhi ketika kita ingin menunaikan peran keibuan.

Bahagia bukan berarti bebas masalah. Bahagia membantu kita mencari solusi atas setiap masalah.

Bahagia bukan berati lepas dari kesulitan. Bahagia membuat kita berpikir positif agar keluar dari setiap keruwetan.

Berbahagialah… Karena itu adalah satu-satunya cara membuat kita tetap bertahan menghadapi hebohnya kelakuan anak-anak kita.

Berbahagialah… Karena hanya perempuan yang bisa menjadi ibu. Dan, ternyata tidak semua perempuan bisa menjadi ibu. Kalau kita bisa melahirkan dan menjadi ibu, berbahagialah. Karena kita adalah yang terpilih.

Berbahagialah… Karena Rasulullah menyebut kita tiga kali untuk dihormati oleh anak-anak kita sebelum mereka harus menghormati ayah mereka.

Berbahagialah…
Berbahagialah…
Berbahagialah…

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *