My Baby’s Adventure

Apa yang akan Anda lakukan apabila Anda adalah seorang ibu muda yang tengah mengandung anak pertama berusia 15 minggu?Apalagi ditambah dengan fakta bahwa Anda membutuhkan waktu lebih dari setahun plus kunjungan 6 kali ke dokter kandungan karena masalah ketidakseimbangan hormon dalam tubuh Anda sebelum Anda dianugerahi si kecil yang kini bersemayam dalam kandungan Anda.

Mungkin sebagian besar jawabannya adalah bersantai di rumah atau melakukan aktivitas yang ringan-ringan saja demi menjaga si jabang bayi. Tapi, saya lebih senang mengajak si dede ikut abinya silaturahim ke rumah orang tua di Cirebon. Sekalian refreshing, pikir saya.

Saya ingin betul-betul menikmati perjalanan malam di kereta api sambil menulis. Berharap mendapatkan tiket di kelas eksekutif, saya pun membawa serta laptop mini saya. Ini pasti akan jadi pengalaman menyenangkan untuk saya dan anak saya yang sudah mulai bergerak aktif dalam perut walaupun belum terasa.

Sesampainya di stasiun Gambir, semuanya berubah total. Nasib baik tak berpihak pada kami. Anggapan bahwa kami akan pergi di tanggal tua dan bukan long weekend sehingga belum memesan tiket, berbalik dengan kenyataan.

Tak ada tempat duduk tersisa di kelas bisnis, apalagi kelas eksekutif. Pulang lagi ke rumah?? Tentu saja tidak. Kami tetap membeli tiket dan melanjutkan niat untuk pulang ke rumah orang tua yang sudah lima bulan tidak ditengok.

Kereta datang, kami pun riang. Dengan segera kamipun menaiki kereta dan mencari tempat paling nyaman versi penumpang yang tidak kebagian tempat duduk. Dekat pintu, di depan kamar mandi. sebuah tempat yang menghadirkan semilir angin, jarang dilewati orang -kecuali mereka yang mau buang hajat-, dan cukup lega untuk selonjoran.

Empat jam perjalanan dilalui dengan berbagai macam pose dan ratusan elusan di atas perut. Alhamdulillah si dede nggak rewel. Karena biasanya si dede suka ‘jungkir balik’ sampai pinggang rasanya mau copot.

keuntungan lain yang didapatkan jika duduk di tempat toilet adalah saya bisa menghindar secepatnya bila mulai mengendus asap rokok. Karena asap rokok bahaya bagi janin, ya kan??

Cara menghindar dari asap rokok adalah dengan segera masuk ke toilet. Eng… Ing….. Eng…. Memang aroma toilet adalah penyiksaan kelas berat. Tapi, tak perlu khawatir karena toilet di kereta api menyediakan jendela yang cukup lebar untuk keluar masuk angin.

Setelah turun dan bisa beristirahat dengan tenang diatas kasur yang empuk, saya pun kembali mendaratkan belaian lembut di atas perut sembari berkata, ”Dede, anak Umi, hebat sekali hari ini. Nggak rewel diajak jalan-jalan jauh, bau kamar mandi lagi. Jadi anak sholih ya, Nak….” dan saya pun mengucap doa tidur dan terlelap.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *