Papan Setrika : Penyelamat Ibu Rumah Tangga (Yang Sedang Hamil)

Kehamilan saya sudah memasuki bulan kedelapan ketika saya mulai bercerita pada suami saya bahwa keadaan tidak memungkinkan bagi saya untuk menyetrika pakaian dengan jumlah helai yang banyak. Penyebabnya adalah gaya menyetrika pakaian yang saya adopsi.

Biasanya saya menggelar beberapa lembar kain sebagai alas setrika dan mulai menyetrika di atas lantai sambil menonton televisi atau mendengarkan siaran radio. Gaya seperti ini menuntut saya untuk sering membungkuk dalam posisi duduk yang mana posisi ini sangat tidak mungkin dilakoni ketika perut saya sudah sangat buncit.

Ketika saya mengadukan hal ini pada mama saya, beliau memberikan solusi agar saya meng-hire seorang pembantu rumah tangga yang memiliki spesialisasi di bidang gosok-menggosok. Rate-nya sekitar 150-200ribu per bulan untuk dua kali kedatangan setiap minggunya.

Suami saya yang sangat saying istri J pun mengajukan solusi yang sama. Yang kesemuanya saya jawab dengan gelengan kepala. Apa pasal??

Pada awal mas kehamilan, saya mengalami mual dan muntah yang sangat parah. Badan terasa pegal luar biasa. Pinggang serasa mau copot. Anda yang mengalami nyeri haid setiap datang bulan, nyeri haid itu nggak ada apa-apanya dibandingkan pegal pinggang karena mengandung. Luar biasa. Jadi tambah sayang mama ni hehehe…… Kerjaan rumah tangga nggak kepegang deh.

Akhirnya, kami sepakat untuk menggunakan jasa asisten rumah tangga selama masa kepayahan saya. Paling tidak sampai tiga bulan ke depan.

Mama saya pun mulai kasak-kusuk sana-sini mencari siapa yang cocok menempati posisi ini. Saya nurut aja. Pokoknya rumah beres.

Akhirnya mama menemukan seseorang yang mau tiap hari datang ke rumah. Mencuci baju, menyetrika, menyapu dan mengepel. Tapi, dia minta ijin untuk mengajak anaknya yang masih kecil. Tarifnya 350ribu per bulan. Kami pun sepakat mempekerjakan mbak yang ngakunya sangat jago dalam mengurus segala hal yang berbau kerumahtanggaan.

Baru tiga hari menjalankan tugas, kami sekeluarga kecewa luar biasa. Pertama, setrika nggak licin. Masa’ suami saya harus pake baju yang lecek ke kantor. Apa kata dunia? kedua, kalau cuci baju nggak pernah tuntas. Bajunya sih sudah digiling di mesin cuci. Tapi, setelah itu langsung dia tinggal pulang. Nggak dibilas. Ampun deh, kan bajunya jadi gampang robek. Padahal membilas cucian tuh berapa lama sih?? Paling juga setengah jam. Ketiga, kalau nyapu dan ngepel nggak pernah bersih. Masih ada jejak kaki anaknya yang suka mondar-mandir kalau ibunya lagi ngepel. Selanjutnya, anaknya suka makan dan minum sembarangan yang mana makanan dan minuman itu adalah milik keluarga kami. Dan selesai makan-minum, gelas dan piringnya nggak diberesin. Ampun deh.

Ini sih namanya bukan membantu meringankan pekerjaan rumah tangga. Ini namanya tambah bikin rusuh dan memperbanyak kerjaan. Saya dan mama sepakat untuk memberhentikannya. Daripada makan hati mending semua dikerjain sendiri deh. Nggak apa-apa pinggang pada pegal. Yang penting rumah kinclong.

Berangkat dari pengalaman inilah saya mengajukan keberatan pada solusi mencari tukang gosok yang diajukan oleh mama dan suami saya. Saya hanya butuh sesuatu yang membuat badan saya tetap tegak selama melakukan tugas penting yaitu setrika.

Dan jawabannya adalah dengan membeli papan setrika. Ya, papan setrika dan kursinya yang sedikit empuk juga memiliki sandaran untuk punggung.

Saya dan suami pun berkeliling untuk mencari papan setrika yang dapat memenuhi fungsi yang saya inginkan dan harganya tidak terlalu mahal.

Di Hypermarket harganya mencapai 299ribu. Kami pun langsung banting kemudi mencari papan setrika yang dijual di pedagang tradisional. Dan harganya sangat jauh berbeda.

Untuk papan setrika yang terbuat dari besi, harga pasnya sekitar 65ribu. Sedangkan yang terbuat dari kayu harganya sekitar 70ribu. Kalau Anda adalah  orang yang sedikit sadis dalam urusan tawar-menawar, Anda tentu bisa mendapatkan harga yang sedikit lebih murah.

Sekarang, sudah sebulan lebih papan setrika menemani kegiatan kerumahtanggaan saya. Manfaatnya sangat terasa. Saya tidak terlalu pegal lagi dalam menyetrika pakaian. Apalagi usia kehamilan saya sudah memasuki usia 9 bulan. Perut seperti mau meletus hehehe…..

Tempat setrika pun tidak berantakan lagi. Karena saya selalu menghabiskan jatah menyetrika harian saya. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa kita bisa menghemat pengeluaran rumah tangga 150-200 ribu tiap bulannya untuk ongkos setrika pakaian. Uang ini kalau Anda kumpulkan bisa untuk membiayai masa depan kita dan keluarga.

Semoga bermanfaat.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *