Pondok indah mertua

Akhir tahun 2009 yang lalu ada seorang teman yang melangsungkan pernikahannya. Selama proses persiapan pernikahan, saya sering sekali menemaninya. Ada kata-katanya yang masih saya ingat sampai sekarang. Dan memang sepertinya saya tidak akan melupakan kata-katanya itu. Dia bilang bahwa dia akan segera meninggalkan rumah orang tuanya untuk menempati rumah kontrakan yang sudah disewanya. Ini semua dilakukan untuk membuktikan kemandirian dirinya dan suaminya.

Dan memang benar adanya. Mereka memang langsung meninggali rumah kontrakan dan langsung membayar sewanya selama setahun dengan uang ‘hasil’ resepsi pernikahan.

Beberapa bulan terlihat perubahan yang sangat besar pada sahabat perempuan saya ini. Badannya menjadi sangat gemuk. Ini jadi masalah karena saya tahu betul kalau dia mulai gemuk berarti dia sangat sering ngemil dan itu adalah pertanda bahwa dia sedang stress berat. Wajahnya jadi sangat kuyu dan terlihat menua. Saya jadi sedih. Ketika saya Tanya, dia berdalih bahwa mengurus rumah tangga adalah hal yang sangat melelahkan walaupun di saat yang sama membawa kesenangan. Tentu saja dia begitu letih. Selain mengurus rumah tangga, dia juga seorang pendidik di sebuah taman kanak-kanak di Jakarta, masih kuliah tingkat III, dan seabrek aktivitas lainnya. Terakhir, yang saya tahu dia nyambi jualan batik pekalongan demi membantu perekonomian keluarga.

Akhirnya, saya mencoba bicara padanya. Mungkin dalam kondisinya yang sekarang ini, tinggal bersama orang tua tidak ada salahnya dan tidak akan membuat kita menjadi tidak mandiri. Saya dan suami pun memilih untuk tinggal bersama orang tua saya dengan beberapa alasan yang sangat masuk akal. Kita tidak perlu malu tinggal dengan mertua jika kondisinya memang mengharuskan untuk begitu. Mungkin pertimbangan saya dan suami tinggal bersama mama saya bisa jadi pertimbangan bagi siapa saja yang sedang bingung memilih antara mau tinggal sendiri atau tinggal sama mertua.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan mendasar saya dan suami adalah sebagai berikut :

1. Mama saya adalah seorang single parent. Saya hanya memiliki satu adik perempuan. Tentu saja akan sangat menyenangkan bagi Mama kalau bisa memiliki anak laki-laki di rumah. Yang melindungi keluarga dan bertindak sebagai kepala di rumah.

2. Keluarga besar suami saya semua ada di Cirebon.

3. Rumah Mama adalah rumah yang cukup besar dan berlantai dua. Dan memang begitu banyak hal-hal positif yang kami dapatkan selama tinggal dengan orang tua.

4. Bebas biaya kontrakan. Sebagai kompensasinya, kami menawarkan diri untuk membayar iuran listrik dan telepon setiap bulannya. Ini tentu saja sangat meringankan karena biaya listrik dan telepon hanya separuh biaya sewa rumah petak di Jakarta.

5. Berhubung Mama adalah pengusaha yang sangat sukses dalam bidang sayur-mayur, maka untuk bahan makanan mentah setiap harinya beliau lah yang menjadi supplier. Mau makan apa, tinggal ke warung Mama dan ambil sayuran. Sebagai kompensasinya, saya dan suami menyediakan buah-buahan dan makanan ringan di rumah.

6. Masalah masak-memasak, kami bergiliran. Kadang saya dan suami yang masak di dapur, kadang Mama yang masak.

7. Saya dan suami tidak perlu membeli berbagai perabot rumah tangga layaknya pasangan yang baru menikah. Semuanya sudah tersedia. Kami tinggal membeli apa-apa yang kurang dan dirasa perlu.

8. Dengan lebih hematnya tinggal dengan Mama dibanding ngontrak, kami bisa menabung lebih banyak dan mengirim untuk orang tua di Cirebon. Kami bisa bersedekah lebih banyak. Dan banyak hal positif lainnya. Oiya, tinggal dengan Mama juga tidak membuat kami jadi manja kok. Mama tidak pernah mencampuri urusan rumah tangga kami, begitupun sebaliknya. Kami tetap dua keluarga yang punya urusan sendiri-sendiri walaupun tinggal satu atap. Pilihan ada di tangan Anda. Mau tinggal sendiri, silahkan saja asal jangan stress. Tinggal sama mertua pun tidak akan membuat Anda menjadi tidak terhormat

2 Comments

  1. Aslm,,,bu tina, cerita diatas sangat membuat penasaran saya terhadap mamahnya ibu, saya sedang mencari single parents sukses bidang makanan, untuk saya buat profilnya di salah satu tv swasta dalam waktu dekat ini unutuk program spesial hari ibu. jika ibu tidak keberatan, saya minta di kirimkan ke email saya nama beserta nomor telp mamahnya, untuk lebih jelasnya.

    terimakasih.=)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *