Putri Kok Jadi Maling

Beberapa waktu lalu di Trans TV, ada FTV berjudul Janitra Pencuri Bertopeng. Kisah seorang putri raja yang mencuri harta ayahnya untuk dibagikan kepada rakyat kecil. Mirip-mirip Robin Hood lah ya. Atau memang menjiplak Robin Hood. Saya juga nggak ngerti. Tapi, melihat mental kebanyakan orang Indonesia yang suka jiplak sana-sini, yah nggak mustahil juga sih kalau FTV tersebut menjiplak Robin Hood yang kisahnya sungguh legendaris.

Lain Janitra, lain lagi Angelina Sondakh. Putri Indonesia 2001 itu kini menjadi tersangka kasus suap wisma atlet sea games 2011. Tak tanggung-tanggung, selama yang saya ikuti, beliau menerima suap sebesar 5Milyar. Olala… Kalau buat beli popok kayaknya bisa buat menuhin GBK tuh ya.

Sebal, muak, pengen muntah. Begitulah perasaan saya dan orang-orang sekitar saya. Kayaknya kasus korupsi kok nggak habis-habis. Apalagi kalo ingat kasus pembangunan ruang sidang Banggar DPR yang harga per kursinya bisa 20juta. Walaupun akhirnya diganti dengan yang buatan lokal seharga satu jutaan, tetep aja nyesek :(… Sampai-sampai ada yang berkomentar, ‘Dasar sekjen eudaann!! Beli kursi bisa juta-jutaan, proyek kamar mandi milyaran, pengharum ruangan aja milyaran. Edaannn!!! Gak mikirin apa orang yang sekarat mau nyari kamar di RSUD aja susahnya setengah modar!!’

Memang nggak habis pikir dengan rezimnya pak Beye ini. Beberapa pejabat memang menunjukkan performa yang oke. Tapi, akhirnya karena lebih banyak yang edan, ya kebaikannya jadi tak terlihat.

Mama saya adalah pedagang sayur yang memulai karirnya sejak tahun 1990 sampai sekarang. Melewati pemerintahan lima orang presiden mulai dari Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, dan terakhir SBY. Dan kesan mama tentang pemerintahan SBY adalah, ‘Selama SBY jadi presiden, keadaan nggak pernah mudah. Ekonomi makin sulit. Ini keadaan yang paling sulit.’

Pengen rasanya ketok rumah pak Beye dan bilang, ‘Hey dah 8taun neh jadi presiden. Makin hebat aja nih korupsinya, makin melarat aja nih rakyat kecil.’ habis itu, saya mau ajak dia jalan-jalan keliling kampung di dekat rumah saya. Memperlihatkan padanya betapa banyak keluarga yang untuk makan sehari-hari saja sulit. Memperlihatkan padanya bahwa ada bayi baru lahir yang tidur beralaskan kardus karena tak ada kasur untuk tidurnya. Kebangetan kalo wakil rakyat yang gajinya sudah besar masih harus minta ‘apel malang’ yang harganya 5Milyar. Eeeeeuuuudddaaaannnn!!!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *